Manajer Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bahwa ia ingin timnya bermain dengan “rasa lapar untuk menang” alih-alih “rasa takut kalah”. Hal tersebut ia katakan saat mempersiapkan pertandingan pertamanya sebagai pelatih Three Lions.
Inggris akan memulai kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Albania di Wembley pada hari Jumat, sebelum bertanding melawan Latvia pada hari Senin.
Di bawah kepemimpinan mantan pelatih Gareth Southgate, Inggris berhasil mencapai final Kejuaraan Eropa secara berturut-turut. Namun, Tuchel mengkritik gaya permainan mereka di Euro 2024.
“Saya sering mendengar bahwa kaus timnas ini terasa berat. Padahal, sebenarnya tidak. Tapi, saya mengerti apa yang para pemain maksud,” ujar Tuchel dalam konferensi pers.
“Saat menonton Euro, saya merasakan ketegangan dan tekanan di pundak para pemain. Mereka tampak bermain hanya untuk menghindari kekalahan.”
“Saya ingin tim kita bermain dengan semangat, rasa lapar, dan keinginan untuk menang, serta menerima bahwa kegagalan adalah bagian dari proses, terutama dalam sepak bola.”
Southgate membawa Inggris ke final Euro 2020 dan 2024, di mana mereka kalah dari Italia dan Spanyol. Ia juga memimpin timnas Inggris ke semi-final Piala Dunia 2018 dan perempat final pada tahun 2022.
Namun, Southgate menerima kritik dari beberapa pihak karena gaya bermainnya yang dianggap terlalu defensif di Euro 2024. Inggris menyingkirkan Serbia di babak penyisihan grup, tetapi hanya bermain imbang melawan Denmark dan Slovenia.
BACA JUGA: Harry Kane: Orang-orang Mulai Bosan dengan Rekor Gol Saya
DIKECAM
Meski berhasil mengalahkan Slovakia, Swiss, dan Belanda di babak sistem gugur, Southgate dikecam karena dianggap tidak mampu memaksimalkan potensi skuad penuh bintang yang dimilikinya.
Kapten Inggris, Harry Kane, menegaskan bahwa sekarang adalah waktunya untuk mengambil langkah berikutnya dan memenangkan turnamen.
“Kami sudah sangat dekat menjadi juara Eropa dua kali,” kata Kane.
“Kami telah mencapai kesuksesan yang setara dengan tim Inggris mana pun dalam 15 tahun terakhir. Namun, pada akhirnya, orang-orang akan menilai kami berdasarkan apakah kami memenangkan final atau tidak.”
“Di awal kepemimpinan Gareth, kami berbicara tentang mencapai semi-final, mencapai final, dan terus mengulanginya.”
“Sekarang, kami sudah berada di tahap itu. Saatnya bagi kami untuk memenangkan sesuatu.”
View this post on Instagram