Manchester United asuhan Ruben Amorim kembali menelan pil pahit. Bertandang ke City Ground, markas Nottingham Forest, Setan Merah dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0. Ironisnya, gol tunggal yang membungkam mereka justru lahir dari sang mantan, Anthony Elanga.
Hasil negatif ini semakin membenamkan Manchester United di klasemen Liga Primer. Kini, mereka terjerembab di posisi ke-13 dengan raihan 37 poin dari 30 pertandingan.
Mimpi untuk sekadar menembus sepuluh besar kini terasa kian menjauh. Selepas peluit akhir berbunyi, raut wajah frustrasi jelas terpancar dari sang manajer, Ruben Amorim.
Ia tak sungkan meluapkan kekecewaannya dan bersikeras bahwa timnya tidak pantas menelan kekalahan dalam laga tersebut. Amorim menilai United mendominasi jalannya pertandingan, namun kelalaian di lini belakang dan tumpulnya penyelesaian akhir menjadi biang keladinya.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Siapkan Calon Pemain Naturalisasi Baru
KOMENTAR AMORIM
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Amorim mengkritisi performa lini serangnya.
“Saya pikir kami mengendalikan permainan. Kami tahu betul Forest punya potensi mencetak gol dari situasi yang tak terduga. Setelah gol itu terjadi, kami sedikit mengubah taktik sesuai keinginan mereka,” ujar Amorim mengutip dari laman resmi klub.
“Kami mencoba berkali-kali dengan peluang-peluang bagus, tetapi umpan silang terakhir, umpan terobosan akhir, assist terakhir, semuanya kurang greget. Tanpa itu, bagaimana kami bisa mencetak gol? Kami punya banyak tembakan ke gawang, kami menekan lawan hingga sepertiga akhir lapangan, tetapi pada akhirnya, kualitas di sepertiga akhir sangat kurang.”
“Ya, selalu frustrasi ketika Anda tidak menang, apalagi jika melihat jalannya laga, kami layak mendapatkan lebih dari sekadar kekalahan. Ini lebih membuat frustrasi ketimbang kalah karena lawan memang bermain lebih baik. Itu tidak terjadi hari ini. Jadi, ini benar-benar mengecewakan.”
View this post on Instagram