Pembalap Alpine F1, Pierre Gasly, mengaku frustrasi lantaran tak mampu berbicara banyak di sesi kualifikasi sprint race GP Cina. Padahal menurutnya, mobil yang ia kendarai jauh lebih baik ketimbang saat balapan di GP Australia.
Alpine harus puas memulai balapan sprint GP Cina dari baris belakang. Pierre Gasly akan memulai sprint dari posisi ke-17, sementara rookie mereka, Jack Doohan, dari posisi ke-16.
Padahal, menurut Gasly, timnya telah membuat perkembangan yang signifikan jika melihat kecepatan di GP Australia dan sekarang. Oleh sebab itu, memulai balapan sprint dari posisi ke-17 cukup membuat pembalap asal Prancis tersebut frustrasi.
BACA JUGA: Lewis Hamilton Masih Tak Percaya Raih Sprint Pole bersama Ferrari
“Ini hasil yang cukup membuat saya frustrasi dan sama seperti seluruh anggota tim, saya merasa kecewa karena keluar dari persaingan SQ1 (sprint qualifying 1),” tutur Pierre Gasly.
“Mobilnya terasa nyaman dikendarai, ada kecepatan tinggi yang saya rasakan dan sayangnya kami terjebak dalam traffic saat hendak mencatatkan waktu, yang mana itu mempengaruhi kualifikasi kami.
“Kami seharusnya bisa bersaing di SQ3, karena jarak antar mobil di barisan tengah itu cukup dekat. Jadi, besok kami akan memberikan segalanya agar bisa meraih hasil maksimal,” tambahnya.
Balapan sprint GP Cina sendiri akan berlangsung pada Sabtu (22/3) besok pagi. Setelah sprint race, para pembalap kemudian langsung menjalani sesi kualifikasi untuk balapan utama, yang akan berlangsung di hari Minggu (23/3).