Anthony Elanga mencetak gol kemenangan untuk Nottingham Forest usai mengalahkan sang tamu, Manchester United. Ia berlari sejauh 85 meter hampir tanpa gangguan.
Gol di menit kelima itu mengantarkan Forest selangkah lebih dekat ke papan atas Eropa setelah 45 tahun, sekaligus mempermalukan mantan klubnya, Manchester United, yang terus terpuruk.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah kegagalan United merespons. Meski melepaskan 24 tembakan, kiper Forest Matz Sels tidak perlu membuat satu pun penyelamatan penting. Fakta itu menggambarkan betapa tidak berbahayanya serangan Setan Merah.
Elanga, yang United jual hanya £15 juta untuk membiayai transfer Antony, membuktikan betapa salahnya keputusan itu. Pemain Swedia itu mencetak gol pembuka – gol ke-23 Forest musim ini, tertinggi di Liga Premier. Sebaliknya, hanya Leicester yang lebih sering kebobolan gol pertama dibanding United di semua kompetisi.
United sempat berusaha bangkit. Diogo Dalot hampir mencetak gol lewat sundulan yang menghajar mistar. Rasmus Højlund, yang baru saja mengakhiri puasa gol 22 jam melawan Leicester, masuk di babak kedua. Tapi serangan mereka tetap tumpul.
BACA JUGA: Josh Kerr Siap Menghadapi Ketidaknyamanan di Tahun Perubahan
PUTUS ASA
Alejandro Garnacho berulang kali gagal mengambil keputusan tepat dalam kontra-serang. Joshua Zirkzee, salah satu bintang serangan United belakangan, tidak mendapat dukungan memadai. Højlund berusaha, tapi tampak seperti penyerang yang butuh lebih dari sekadar satu gol untuk kembali percaya diri.
Keputusan Erik ten Hag mengerahkan Harry Maguire sebagai penyerang darurat di menit akhir semakin menunjukkan keputusasaan United. Maguire nyaris menyelamatkan satu poin lewat sundulan di masa injury time, tapi itu hanya menegaskan betapa kacau situasi di Old Trafford.
Bagi Forest, ini kemenangan nyaman meski baru bermain 120 menit di akhir pekan. Bagi United, penjualan Elanga bukan kesalahan terbesar – masalahnya terletak pada reinvestasi dana itu. Kegagalan merekrut penyerang berkualitas terus menghantui mereka.
“Kalian tidak lagi terkenal!” sorak suporter Forest saat laga usai. Kritik itu tepat. United kini jauh dari kejayaan masa lalu. Liga Europa menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan musim yang semakin suram.
View this post on Instagram