Liam Lawson mengaku merasa “terkejut” ketika Red Bull memindahkannya ke tim Racing Bulls hanya setelah dua balapan Formula Satu. Tim asal Austria itu menggantikan pembalap Selandia Baru tersebut dengan Yuki Tsunoda usai Grand Prix China, menyusul performa kurang memuaskan sebagai rekan setim Max Verstappen.
Kehilangan “kursi impiannya” setelah gagal meraih poin di dua balapan awal musim, Lawson kini harus beradaptasi dengan posisi barunya di Racing Bulls untuk Grand Prix Jepang minggu ini.
“Jujur saja, ini benar-benar mengejutkan. Saya sama sekali tidak menduga keputusan ini,” ungkap Lawson kepada Sky Sports. “Pembicaraan sebelumnya juga tidak mengindikasikan ke arah situasi ini, jadi ini benar-benar di luar perkiraan saya.”
BACA JUGA: Sergio Perez Buka Peluang Kembali ke F1 pada Tahun 2026
Lawson mengungkapkan kekecewaannya dan menyatakan ia pantas mendapat lebih banyak waktu. “Sejujurnya, ya. Tentu saya ingin kesempatan lebih banyak. Dengan lebih banyak balapan, terutama di sirkuit yang sudah saya kenal. Awal musim ini memang berat. Kami menghadapi tes yang sulit, akhir pekan pertama yang menantang di Melbourne, lalu format sprint di China.”
“Saya yakin performa akan lebih baik di sirkuit yang sudah familiar, meski mobil ini cukup sulit dikendarai. Tapi ini bukan keputusan saya, jadi saya akan memaksimalkan kesempatan ini sebaik mungkin.”
Awalnya Red Bull tidak mempertimbangkan Tsunoda sebagai pengganti Sergio Perez yang hengkang akhir musim lalu. Namun kini pembalap Jepang itu mendapat kesempatan emas menjadi rekan setim Verstappen di kandang sendiri, Suzuka.
Saat ini Red Bull menempati posisi ketiga dalam kejuaraan konstruktor. Verstappen, juara dunia empat kali berturut-turut, mencatat finis kedua dan keempat di dua balapan pembuka musim.
View this post on Instagram