Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, dinilai mulai memperlihatkan gelagat kurang percaya dengan timnya. Itu setelah sang pembalap gagal mempertahankan performa apiknya di balapan GP Cina beberapa pekan lalu.
Lewis Hamilton mencatatkan kemenangan perdananya bersama Ferrari, saat ia finis di posisi paling depan sprint race GP Cina. Bahkan, saat kualifikasi untuk sprint race, ia sukses mencatatkan pole position.
Akan tetapi, Ferrari melakukan beberapa perubahan untuk balapan utama GP Cina. Alhasil, pembalap asal Inggris tersebut tak mampu mempertahankan kecepatannya. Hamilton sukses menyelesaikan balapan, namun malah didiskualifikasi pasca menjalani pengecekan usai balapan.
BACA JUGA: Sebastian Vettel Dukung Lewis Hamilton di F1 2025
Banyak yang menilai keputusan Ferrari merugikan Lewis Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc, pada saat balapan GP Cina. Kendati demikian, Hamilton tetap menegaskan bahwa dirinya mempercayai sepenuhnya keputusan yang dibuat oleh tim.
“Saya 100 persen percaya dengan tim ini,” tutur juara dunia Formula 1 tujuh kali tersebut.
“Ada hype yang sangat tinggi di awal tahun ini. Saya tidak tahu jika semua orang mengira kami memenangkan balapan pertama dan juara dunia di tahun pertama kami. Tapi itu bukan ekspektasi saya. Saya sadar saya datang ke sebuah budaya baru, tim baru, dan itu butuh waktu,” tambahnya.
Hamilton sendiri datang ke Ferrari sebagai pengganti Carlos Sainz. Pabrikan asal Italia itu mencoba menggabungkan pengalaman Hamilton dengan kemampuan Charles Leclerc, agar bisa kembali meraih kejayaan seperti semula.
Si Kuda Jingkrak memperlihatkan laju kompetitif di GP Cina, dengan memenangi balapan sprint dari pole position. Pun begitu, duo Leclerc-Hamilton masih kesulitan menemukan performa terbaiknya saat balapan di waktu yang lebih lama.