FIFA secara resmi mempersiapkan Inggris Raya sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita 2035. Hal tersebut mendapat kepastian setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut minat mereka sebagai “salah satu tawaran yang sah”.
Kepastian ini muncul setelah batas waktu pengajuan tawaran berakhir pada Senin (tanggal), dengan Inggris menjadi satu-satunya calon kuat untuk menjadi tuan rumah edisi 2035. Sementara itu, Amerika Serikat resmi akan menyelenggarakan Piala Dunia Wanita 2031 sebagai satu-satunya penawar. Adapun Brasil akan menjadi tuan rumah edisi 2027.
Infantino menyampaikan pengumuman ini dalam Kongres UEFA di Beograd, merujuk pada ekspresi minat bersama dari asosiasi sepak bola Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales yang diumumkan bulan lalu.
“Kami menerima satu tawaran untuk tahun 2031 dan satu tawaran—satu tawaran yang sah yang perlu saya tambahkan—untuk tahun 2035,” jelas Infantino. “Tawaran untuk tahun 2035 berasal dari Eropa, dari negara asal.”
Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol Rafael Louzan menyatakan niat negaranya untuk mengajukan tawaran bersama Portugal dan Maroko. Namun, Infantino kini mengindikasikan bahwa hanya tawaran Inggris yang paling serius.
Proses Persetujuan dan Dukungan Pemerintah
Pencalonan Inggris kemungkinan akan mendapat restu secara aklamasi dalam Kongres FIFA pada kuartal kedua tahun depan. Hal ini layaknya persetujuan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia Pria 2034 pada Desember 2023. Meski demikian, proses evaluasi FIFA tetap akan dilakukan untuk memastikan kesiapan Inggris.
Infantino juga menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya penawar untuk edisi 2031, dengan kemungkinan melibatkan negara-negara lain di bawah naungan Konfederasi CONCACAF.
“Ada peluang bagi Piala Dunia Wanita untuk diselenggarakan pada tahun 2031 dan 2035 dengan beberapa negara besar yang dapat lebih mendorong pergerakan sepak bola wanita,” tambahnya.
BACA JUGA: Timnas U-17 Indonesia Siap Hadapi Ujian Berat Melawan Korea Selatan di Piala Asia U-17 2025
Dukungan Penuh dari Perdana Menteri Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan dukungan penuh terhadap tawaran ini, menyebut penyelenggaraan Piala Dunia Wanita di Inggris sebagai “momen monumental”.
“Sepak bola adalah dan akan selalu menjadi inti identitas negara kita. Baik kita menonton di TV, bermain di akhir pekan seperti yang saya lakukan. Atau juga sekadar menikmati suasana di pub, sepak bola menyatukan masyarakat seperti yang lain,” ujar Starmer.
Ia juga menggarisbawahi keberhasilan Inggris sebagai tuan rumah Piala Eropa Wanita UEFA 2022. Menurutnya tidak hanya mempromosikan citra positif negara tetapi juga menginspirasi banyak perempuan untuk terlibat dalam sepak bola.
“Piala Dunia Wanita FIFA 2035 di kandang sendiri akan menjadi momen monumental lainnya dalam sejarah olahraga kita, yang mendorong pertumbuhan dan meninggalkan warisan abadi. Niat FA untuk mengajukan tawaran mendapat dukungan penuh dari pemerintah saya,” tegasnya.
Warisan dan Dampak Positif
Jika nantinya Inggris Raya menjadi tuan rumah, banyak orang berharap turnamen ini dapat memperkuat perkembangan sepak bola wanita di tingkat global. Tidak hanya itu, turnamen ini juga sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Inggris, dengan infrastruktur sepak bola yang mumpuni dan pengalaman sukses menyelenggarakan turnamen besar, banyak yang menilai sebagai lokasi yang ideal.
Dengan Brasil (2027), AS (2031), dan kini Inggris (2035) sebagai tuan rumah dalam dekade mendatang, FIFA menunjukkan komitmennya untuk memperluas jangkauan dan popularitas Piala Dunia Wanita.
View this post on Instagram