Formula 1 memperkenalkan pengujian yang lebih ketat untuk sayap belakang mobil di Grand Prix Tiongkok yang akan berlangsung akhir pekan ini. Langkah ini diambil oleh badan pengatur F1, FIA, setelah mereka mengamati pada mobil-mobil yang berlaga di Grand Prix Australia.
FIA menganalisis rekaman dari kamera yang memang khusus untuk mempelajari deformasi sayap belakang. Berdasarkan analisis tersebut, FIA merasa ada alasan yang cukup untuk segera memperkenalkan pengujian yang lebih ketat. Pengujian terbaru ini akan membatasi celah yang terbuka antara bidang utama sayap belakang dan penutup sayap.
Pengujian ini juga akan mengurangi toleransi yang sebelumnya mengizinkan sebesar 0,25 mm. Selain itu FIA rencananya akan menghapuskannya pada balapan berikutnya di Jepang pada 4-6 April. Dengan begitu maka nantinya celah hanya menjadi 0,5 mm. Sebelumnya di Australia, celah ini diizinkan terbuka hingga 2 mm.
FIA mengonfirmasi bahwa mereka telah memberitahukan perubahan aturan ini kepada tim pada hari Senin dan memastikan bahwa semua tim telah mematuhi peraturan yang berlaku di Australia.
BACA JUGA: Keputusan Keliru Ferrari Buat Lewis Hamilton Finis di Posisi 10 GP Australia
Fleksibilitas Sayap untuk Kinerja Maksimal
Tim-tim F1 telah lama bereksperimen dengan melenturkan sayap sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja mobil. Dengan cara ini, maka akan mengurangi hambatan di jalan lurus saat sayap berubah bentuk di bawah beban, meningkatkan kecepatan mobil. Ketika mobil melambat di tikungan, sayap kembali ke posisi semula untuk menghasilkan gaya tekan maksimum, yang membantu meningkatkan cengkeraman.
Metode ini memungkinkan tim menjalankan mobil dengan downforce lebih besar di tikungan tanpa harus mengorbankan kecepatan di garis lurus. Ini sangat penting untuk generasi mobil saat ini, yang desain bawaannya membuat keseimbangan antara kecepatan tinggi dan rendah.
Pengujian Sayap Depan di Grand Prix Spanyol
Selain sayap belakang, FIA juga berencana memperkenalkan pengujian yang lebih ketat pada pelenturan sayap depan. FIA rencananyan akan menerapkannya di Grand Prix Spanyol pada 30 Mei hingga 1 Juni. Dengan langkah-langkah pengaturan yang lebih ketat ini, FIA berupaya untuk memastikan persaingan yang lebih adil di Formula 1 dan mencegah tim menggunakan teknologi yang dapat memberi mereka keuntungan tidak sah.
View this post on Instagram