Manchester United menelan kekalahan ketika bertandang ke markas Nottingham Forest. Skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Anthony Elanga sudah cukup mengirim Setan Merah pulang dengan kepala tertunduk.
Ironisnya, Elanga, adalah produk akademi Manchester United. Ia meniti karier junior di Old Trafford, namun kesempatan emas untuk bersinar di tim utama tak kunjung datang.
Erik ten Hag akhirnya melepas Elanga ke Nottingham pada 25 Juli 2023. Pertandingan baru berjalan lima menit, Elanga membuktikan bahwa keputusan itu adalah sebuah blunder.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Siapkan Calon Pemain Naturalisasi Baru
AMORIM BUNGKAM
Gol pemantik kemenangan Forest lahir dari skema serangan balik mematikan. Elanga, dengan kecepatan dan kelincahannya, berhasil lolos dari kawalan Alejandro Garnacho. Berhadapan satu lawan satu dengan Andre Onana, Elanga dengan tenang menceploskan bola ke gawang, mengirimkan kejutan dingin ke jantung pertahanan United.
Usai peluit panjang berbunyi, sorot mata tertuju pada Ruben Amorim. Namun, sang arsitek asal Portugal memilih bungkam ketika ditanya mengenai keputusan klub melepas Elanga. Ia justru menyoroti besarnya tekanan yang menghimpit para pemain muda di Manchester United.
“Kita tidak membicarakan pemain yang tidak bermain untuk Manchester United,” ujar Amorim kepada Manchester Evening News. “Di sini, tekanannya terlampau besar dan terkadang waktu tidak berpihak.”
“Anda membutuhkan fondasi yang kokoh untuk mendukung pemain muda ini. Jika fondasi itu rapuh, sulit bagi kami untuk membantu mereka berkembang. Mereka punya potensi, tetapi sepak bola terkadang seperti ini, dan tekanan bermain untuk Manchester United memang luar biasa.”
View this post on Instagram