Drama tersaji di City Ground kala Nottingham Forest menjamu Manchester United. Sorotan utama tertuju pada Anthony Elanga, mantan pemain sayap Setan Merah yang kini berseragam The Tricky Trees. Pemuda berusia 22 tahun itu menampilkan aksi individual memukau yang berujung gol tunggal kemenangan bagi Forest.
Menerima sundulan Ryan Yates di tepi kotak penaltinya sendiri, Elanga dengan kecepatan kilat mengeksploitasi kelengahan Alejandro Garnacho dan Patrick Dorgu. Ia menggiring bola sejauh 70 yard, menunjukkan ketenangan luar biasa sebelum melepaskan tembakan mendatar akurat dari batas kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper United. Gol spektakuler ini memastikan tiga poin krusial bagi Forest.
Kendati mencetak gol sensasional ke gawang klub yang membesarkannya sejak usia 12 tahun, Elanga memilih untuk tidak melakukan selebrasi. Gestur ini menunjukkan rasa hormatnya kepada mantan timnya.
PUJIAN BUAT ELANGA
Gol solo Elanga tak hanya mengamankan kemenangan penting bagi Forest dalam upaya mereka tampil di Liga Champions musim depan, namun juga menuai pujian setinggi langit.
Selepas laga, dia mengaku senang dengan golnya dan berharap bisa membantu timnya untuk terus berkembang lebih jauh lagi.
“Ini tentang menyerang ruang dan mencapai gawang lawan secepat yang saya bisa. Saya melihat ruang dan saya yakin saya adalah salah satu pemain tercepat di liga,” kata Elanga kepada TNT Sports sambil memegang penghargaan pemain terbaiknya.
“Penyelesaian adalah sesuatu yang telah saya coba latih. Kaki kiri atau kanan, saya cukup nyaman dengan kedua kaki musim ini.”
“Yang ingin Anda lakukan hanyalah terus berkembang. Datang ke sini adalah tentang bermain dan berkembang. Saya sangat menghargai Manchester United karena saya belajar banyak di sana. Saya menikmati sepakbola saya dan saya ingin terus maju.”