Liam Lawson mengaku kesulitan menerima keputusan Red Bull yang memecatnya setelah hanya dua balapan di musim Formula 1 2025. Pebalap Selandia Baru itu kehilangan kursi penuh waktu pertamanya di tim utama dan harus kembali ke Racing Bulls, tim junior Red Bull.
Red Bull menggantikan Lawson dengan Yuki Tsunoda setelah pebalap berusia 23 tahun itu gagal mencetak poin dalam dua balapan awal musim. Lawson tersingkir di Grand Prix Australia dan hanya finis ke-14 (sprint) serta ke-12 (balapan utama) di China.
Impian Hilang
Di unggahan Instagramnya, Lawson menulis:
“Menjadi pembalap Red Bull Racing adalah impian saya sejak kecil, dan itu yang saya perjuangkan sepanjang hidup saya. Sulit memang, tetapi saya bersyukur atas segala hal yang membawa saya ke titik ini. Kepada setiap orang yang mendukung saya, terima kasih atas semua dukungan yang sangat berarti bagi saya.”
BACA JUGA: Jamie Carragher Kecewa dengan Keputusan Trent Alexander-Arnold
Tsunoda Dapat Kesempatan Emas
Yuki Tsunoda, yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai pengganti Sergio Perez, kini mendapat kesempatan besar menjadi rekan setim Max Verstappen. Ia akan melakukan debut bersama tim utama di Grand Prix Jepang, balapan kandangnya di Sirkuit Suzuka.
Posisi Red Bull di Kejuaraan
Red Bull saat ini berada di posisi ketiga klasemen konstruktor. Verstappen, juara dunia tiga kali berturut-turut, mencatatkan finis kedua (Australia) dan keempat (China) dalam dua balapan pembuka musim.
Sementara itu, Lawson akan kembali bermitra dengan Isack Hadjar di Racing Bulls – tim tempat ia tampil dalam enam balapan tahun lalu sebagai pembalap cadangan.
View this post on Instagram